Meet The Author

18 December, 2013

On 7:11 PM by Aratnadwita in ,    1 comment
Hari ini gw melihat satu video di jejaring sosial Youtube yang cukup menggugah hati. Video tesebut bercerita tentang seorang pengemis buta yang beranjak tua dengan rambut penuh uban dan keriput di wajah. Bersila dalam dinginnya cuaca berharap belas kasihan orang - orang yang lewat disekelilingnya. Disampingnya terdapat karton coklat kumal bertuliskan "I'm Blind, Please Help (saya buta, bantulah saya)". 

Tak lama berselang lewatlah seorang wanita bersepatu hijau. Ia berhenti, menatap karton coklat kumal tersebut dan menuliskan sesuatu dibaliknya. Sejak itu, si pengemis mendapat banyak sekali logam recehan. 

Ketika akhirnya mereka bertemu kembali, si pengemis bertanya, "What did you do to my sign? (apa yang kau lakukan terhadap karton tulisan saya?)" 

Si wanita bersepatu hijau menjawab, "I wrote the same, but in the different words (saya menulis maksud yang sama, dengan kata yang berbeda)".

Pada akhir video, tampak karton yang bertuliskan " It's a beautiful day, and i can't see it (hari ini indah sekali, tapi saya tidak bisa menikmatinya)"


Inspiring.
 
Bukan keadaan si pengemis yang menginspirasi gw. Bukan juga ketidakpedulian orang - orang sekitarnya yang menggugah pikiran gw. Oh no my friends, i say no to beggar since a long time a go. Please call me cruel, but i dont care. Beggar is beggar no matter how old and sad they look.

Jadi apa yang menginspirasi gw?  Tagline terakhir yang gw baca disana, itulah yang menyentuh hati gw. 


Change your words, change your world.
 
Terlahir sebagai seorang yang mempunyai kemampuan verbal yang lumayan buruk menjadikan gw senang menulis. Gw berbicara lebih lantang ketika menulis dibandingkan ketika harus berbicara berhadapan dengan orang lain. Quite sad..


Menjadi seorang yang senang menulis sedikit banyak memberi kesenangan sekaligus tantangan. Gimana enggak? Sebagai seorang penulis, kita mempunyai keleluasaan tak terbatas untuk menginterprestasikan setiap rasa kedalam tulisan. Setiap imaji kedalam kata - kata. 

Mengajak orang lain melihat cerita melalui mata kita. Exciting huh? Tapi justru disitu tantangannya. 

Menulis memberikan "kuasa penuh" untuk memutar balikkan fakta, mengobrak-abrik keyakinan, mempengaruhi pikiran atau bahkan membuat mereka mencibir, mencaci bahkan menghujat si penulis. 

Menulis juga memberi kuasa untuk menawarkan satu perspektif baru. Dan itu semua hanya bisa dilakukan dengan pemilihan kata - kata yang tepat. 

Changing people's minds isn't about WHAT you say but HOW you say it.


Penting bagi seorang penulis mempunyai kemampuan memilih kata - kata yang baik. Tak perlu baku, tapi mudah dimengerti. Tak perlu rumit, tapi mudah dipahami. Karena bagaimana mungkin KATA bisa menjadi senjata yang mematikan jika untuk memahaminya , pembaca harus mengernyitkan dahi dan berhenti membaca di baris pertama.

I aint a good writer. I just like to write. 

Dan untuk menjadikan kata - kata dalam tulisan gw sebagai "senjata", oh dear i still have tons of work to do. 

So let's change our words and change the world.

1 comment:

  1. “If you could say it in words, there would be no reason to paint.”

    -Edward Hopper

    ReplyDelete