Meet The Author

25 November, 2013

On 10:07 AM by Unknown in    No comments
Hari ini sehabis saya menelepon papa untuk menanyakan apakah mama sudah pulang dari acara jalan2nya, terlintas dipikiran saya kue ulangtahun yang teronggok manis di kulkas rumah dan belum tersentuh sampai hari ini. Lalu tanpa sadar pikiran saya melayang di weekend kemarin.
Sabtu siang saya memaksa diri untuk memasuki satu persatu outlet handphone di salah satu mall Jakarta. saya bukan termasuk orang yang sabar. Dan tingkat ketidaksabaran saya otomatis meningkat 40% ketika saya harus bertemu dengan banyak sekali orang di dalam mall kala weekend.
mall-ambasador

Bukan tanpa alasan saya merelakan weekend saya diisi hal yg tidak saya suka. Tepat hari Senin mama saya berulangtahun. Atas dasar rasa sayang dan ingin memberikan sesuatu yang beliau inginkan maka saya memutuskan bertoleransi dengan sesaknya mall saat weekend.
Setelah melalui proses pencarian yang melelahkan, akhirnya saya membeli 1 buah tablet untuk mama. Spesifikasi lumayan dan harga bersahabat di kantong adalah salah satu alasan saya memberli Lenovo A3000
Lenovo-A3000 lenovo-jelly-bean-tablets
Perjuangan saya belum berhenti sampai disitu. Minggu pagi, dimana biasanya saya masih bergelung malas dalam selimut, saya gunakan untuk berjibaku dengan semrawutnya lalu lintas Tebet.  Tujuan saya, membeli 1 loyang kue dari salah satu toko kue terkenal di daerah tersebut.  Apalah artinya ulangtahun tanpa kue kan?  Setelah mengantri cukup panjang akhirnya tiba giliran saya. 1 loyang rainbow cake dengan warna yang cantik terbungkus manis di genggaman saya. Bukan tanpa alasan saya memilih kue ini. Warna - warni nya yang cantik merepresentasikan ragam rasa pelajaran tentang hidup yang diajarkan mama kepada saya.
Setelah pulang ke kosan, mandi dan membungkus kado sekedarnya, saya berangkat menuju stasiun Cawang.  Diatas sana matahari tampak sedang riang gembira dengan sinarnya yang menusuk kepala. Hawa panas jakarta membuat keringat saya mengucur dengan deras. Dan ketika sampai di stasiun pun saya masih harus tergopoh2 mengejar kereta AC menuju Bogor.
Bayangan akan sejuknya AC kereta nampaknya harus segera saya buang jauh - jauh.  Gerbong penuh sesak yang hanya dibekali kipas angin, jerit tangis anak2 kecil yang merasakan pengapnya udara di dalam kereta menjadi teman perjalanan saya. Setelah 1 jam berlalu sampailah saya di stasiun Cilebut. Rupanya matahari makin bersinar dengan semangat  diatas kepala saya. What a hot hot day! Setelah menempuh 5 menit perjalanan dari stasiun ke rumah, sampailah saya.
Penuh rasa excite saya membuka pintu rumah dan ternyata saya bertemu papa. Rupanya baru tadi pagi mama berangkat ke Tangerang dan nampaknya berencana melewatkan ulangtahunnya di salah satu rumah anak kesayangannya. Senyum dan raut muka saya setel seolah2  tidak ada rasa kecewa. Nada suara pun saya usahakan biasa – biasa saja agar papa tidak mengetahui perasaan saya, pun hingga hari ini ketika saya mengetahui mama belum juga kembali ke bogor.
Mungkin usaha dan perjuangan saya di weekend kemarin mengharapkan pamrih. Ya, saya memang berharap melihat wajah sumringah berbalut sedikit gengsi ketika mama menerima kue dan kado kecil kami. Ya, saya memang berharap merasakan kegembiraan kecil ketika mengajarkan mama menggunakan tablet barunya. Ya, saya memang mengharap pamrih. Dan ya, saya memang kecewa.
Pada akhirnya saya memilih untuk tidak memelihara kecewa itu. Saya lebih memilih mendoakan mama dengan setulus hati. Tanpa pamrih.
Selamat Ulangtahun Ma.. Terimakasih untuk semua rasa yang diberikan kepadaku selama ini. Semoga dengan bertambahnya umur, Mama terus dilimpahi nikmat sehat oleh Allah.  Amin.. 
Love u mom :)
Image

0 comments:

Post a Comment