Meet The Author

25 November, 2013

On 10:03 AM by Unknown in    No comments

Ketika tengah mengantar teman membeli makan, saya melihat anak umur kira - kira berusia 14 tahun. Kulitnya hitam legam terbakar matahari, rambut lebat acak2an. Ia masih memakai setelan kerja lengkap dengan sepatu boot dan jaket parasut hitam bergaris hijau terang.

Masa kecil yang seharusnya indah

Kebetulan di belakang kantor tempat saya mengais rejeki tengah dibangun salah satu kedubes asing dan tampaknya anak kecil tersebut adalah salah satu pekerja disana. (Setelah saya cari tahu, tempat itu dibangun Kedubes Inggris)Entah mengapa saya merasa nyeri di dada melihat anak tersebut duduk diam menunggu makanan dengan tatapan lelah. Tatapan yang seharusnya tidak ada di mata anak seumur dia. Seharusnya anak seumurnya masih menikmati saat - saat indah bersama teman sekolahnya, bersenda gurau, menggoda teman - teman sebaya dan hal - hal kecil indah lainnya. Namun keadaan memaksanya untuk bergelut dalam kerasnya kehidupan di usia yang sangat dini.

Image
Dan tiba2 saya merasa malu sendiri.. Terkadang masih suka menitikkan air mata dikala beban dipundak terasa semakin berat.. Terkadang masih mengeluh dalam hati atas cobaan yang diberikan sang Kuasa. Terkadang masih khilaf untuk bersyukur bahwa apapun yang saya alami dan hadapi saat ini, saya masih jauh lebih beruntung dibandingkan anak kecil itu.
Semoga kamu tetap diberi ketabahan dan tetap kuat menghadapi hidup ya dik.. Salkomsel..!

0 comments:

Post a Comment